315 Al-Qur’an Wakaf Disalurkan kepada Santri Baru Ponpes Modern Baitussalam

Sleman – Sebanyak 315 eksemplar Al-Qur’an wakaf disalurkan kepada santri baru Pondok Pesantren Modern Baitussalam Kampus Prambanan dan Kampus Cangkringan serta campus Blitar. Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen Baitussalam dalam mendukung lahirnya generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa pemimpin.
Al-Qur’an tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Wakaf Baitussalam sekaligus Direktur Jembatan Pahala, Ustadz Basori, S.Pd.I., CWC. Penyerahan berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan. Ratusan santri baru tampak antusias dan bersyukur menerima mushaf Al-Qur’an yang akan menjadi bekal utama mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.

Dalam sambutannya, Ustadz Basori menyampaikan bahwa wakaf Al-Qur’an merupakan investasi akhirat yang manfaatnya akan terus mengalir selama Al-Qur’an tersebut dibaca, dipelajari, dihafalkan, dan diamalkan oleh para santri.
“Melalui Al-Qur’an baru ini, kami berharap para santri semakin termotivasi untuk lebih giat membaca, menghafal, murojaah, serta mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dan pedoman hidup dalam setiap langkah,” pesannya.
Ia menambahkan, tujuan utama program ini adalah membentuk generasi yang memiliki karakter QSL (Quranic Scientific Leadership), yaitu generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi akhlak, memiliki keluasan ilmu pengetahuan, serta mampu menjadi pemimpin yang amanah, visioner, dan memberikan manfaat bagi umat.
Program pentasarufan wakaf Al-Qur’an ini merupakan salah satu bentuk pengelolaan donasi wakaf al qur’an yang dijalankan Baitussalam melalui Jembatan Pahala. Penyaluran dilakukan secara tepat sasaran agar setiap santri memiliki mushaf yang layak sebagai sarana belajar dan menghafal Al-Qur’an sejak awal masa pendidikan mereka.

Melalui program ini, Baitussalam berharap semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan santri, sekaligus menjadi amal jariyah bagi para wakif yang telah mengamanahkan hartanya. Setiap huruf yang dibaca, dihafalkan, dan diamalkan diharapkan menjadi pahala yang terus mengalir, sekaligus menguatkan ikhtiar pesantren dalam mencetak generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
