LIPUTAN KHUSUS | ZISWAF BAITUSSALAM: Menanamkan Karakter Qur’anic, Saintific, dan Leadership Sejak TPA Melalui Gerakan Kencleng Kebaikan

Program pembiasaan infak melalui *Kencleng ZISWAF Baitussalam* kembali menghadirkan kisah inspiratif dari keluarga wali murid KBIT Baitussalam.

Kali ini, tim Silaturahim ZISWAF berkesempatan mengunjungi salah satu keluarga muwakif yang berdomisili di *Kokosan, Prambanan.

Kedua orang tua ananda merupakan pendidik yang mengabdi sebagai guru di SMP Yogyakarta , sehingga budaya pendidikan dan keteladanan telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga mereka.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, orang tua menyampaikan bahwa sejak putra mereka menempuh pendidikan di *TPA Baitussalam*, mereka membiasakan sang buah hati mengisi *kencleng infak* setiap hari.

Nominalnya tidak harus besar, namun dilakukan secara rutin dengan penuh kesadaran. Setiap bulan, kencleng tersebut disetorkan kepada guru kelas sebagai bentuk latihan berbagi dan kepedulian sosial sejak usia dini.

Kebiasaan sederhana ini ternyata membawa dampak yang luar biasa. Anak belajar bahwa sebagian rezeki yang dimiliki adalah amanah yang dapat menjadi jalan keberkahan bagi sesama.

Nilai keikhlasan, empati, tanggung jawab, dan rasa syukur tumbuh secara alami melalui praktik nyata, bukan sekadar teori. Alhamdulillah, perkembangan karakter ananda kini semakin terlihat.

Dibandingkan dengan banyak anak seusianya, ia menunjukkan sikap yang lebih mandiri, peduli terhadap teman, mudah diarahkan, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Baitussalam dalam membentuk generasi *QSL (Qur’anic, Saintific, Leadership)*.

Nilai *Qur’anic* tampak melalui kebiasaan ibadah dan akhlak yang santun. Semangat *Saintific* terlihat dari keberanian bertanya, mengeksplorasi, dan belajar.

Sementara jiwa *Leadership* mulai tumbuh melalui rasa tanggung jawab, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

Semoga kisah keluarga ini menjadi inspirasi bagi seluruh orang tua bahwa membangun karakter mulia dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Melalui pembiasaan infak sejak dini, kita tidak hanya mendidik anak menjadi pribadi yang dermawan, tetapi juga menyiapkan generasi berkarakter Qur’anic, saintific, dan leadership yang kelak memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan agama.

Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan para muwakif dan melimpahkan keberkahan kepada seluruh keluarga besar Baitussalam. Aamiin.

Tags :
Uncategorized
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *